Aku (pasti) Merindukanmu

Aku bisa merasakan gemetar di dadaku. Gemeretak gigiku saat gigil menyergap sekujur tubuhku. Aku rindu; aku rindu sahabatku. Aku pasti merindukanmu.
Kecuali kalian, siapa lagi yang selalu tertawa di balik senyumanku, siapa lagi? Siapa yang juga menangis tersedu-sedu melihat air berkunang di ujung mataku. Kita menghabiskan waktu dengan saling menggenggam lalu sekarang kita tak lagi berjalan beriringan. Aku tahu, ini bukan akhir dari ikatan tanpa akad yang kita semat diam-diam dalam hati. Kita hanya berjalan dengan derap langkah yang menyebar, tapi kita masih satu kan?
Aku pikir baru kemarin kita saling sapa, berkenalan, dan saling bersalaman. Tapi sepertinya waktu begitu cepat menggeser jemari-jemari yang terikat untuk menentukan sendiri jalannya. Kalian tahu? Kalian pasti tahu, tanpa kalian aku ini siapa? Mana mungkin bisa bertahan di tempat yang asing di kelilingi hujatan dan makian. Sebab kita saling menguatkan, kita ini satu jiwa kan?
Lalu berakhir dengan doa yang tak kan ada habisnya. Seperti cinta milik kita yang tak kan ada ujungnya. Meski tak lagi bersua, aku yakin dalam doa pun kalian bahagia. Jangan pernah benar-benar pergi dari tawa kita yang terbahak, atau jangan pernah berhenti untuk saling mengisi. Meski ruang tak lagi membuat kita saling bertatap muka, tapi bukankah tak pernah ada batas gerak dalam persahabatan?
Aku pasti merindukanmu. Aku pasti merindukan sederet tawa yang tak pernah peduli pada setiap kata mereka, yang menghina. Aku pasti merindukan tatap mata yang hadir lewat ketulusan. Aku pasti menggigil sendiri tanpa pelukan kalian.
Dalam panjatan, semua impian kalian mesti jadi kenyataan. Dan saat waktu berada dalam satu garis lurus, kita dipertemukan lagi dengan genggaman yang lebih erat. Kita tak kan pernah saling melupa….


290913~Teruntuk kamu, sejauh apapun langkahmu dariku, seberapa lama pun kita berpisah, “Sahabat; tak pernah punya tanggal kedaluwarsa.”

Published by

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *