Bicara Tentang Hati

3 views
Sebenarnya bukan tentang hati, tapi tentang lelucon yang bergelayutan dalam hidupku atau mungkin juga hidupmu. Ini hidup yang sebentar dalam waktu yang sangat lama.....
Sebanyak m-a-s-a-l-a-h yang juga mampir singgah memenuhi pikiran, menodai hati, menyerbu jantung smpai terkadang ingin mati saja rasanya. Bukan tentang cara menyelesaikannya tapi bagaimana aku dan kamu menghadapinya, karena sampai kapanpun jangan harap itu akan selesai dan berakhir, karena tak akan.

Terkadang bibirku bisu sejenak, siapa yang ingin penat ini menjadi pekat?
Nyaris aku gila karna pikiran yang menyekat
di antara kuat atau lemah, jujur atau bohong, diam atau bergerak, maju atau mundur, iya atau tidak.
tidak, itu jawabannya
jawaban yang selalu menyergap langkahku
bukan itu jawaban yang aku mau, bodoh.

Siapa yang tahan tertusuk duri 24jam sehari?
seperti pinus hitam beracun, memualkan.
atau harus juga pura-pura tersenyum
lalu sampai kapan?
berdusta, terlalu naif untuk orang sepertiku

"jangan memanjakan matamu sehingga ia menjadi buta

 jangan memanjakan telingamu sampai mereka menjadi tuli

 jangan rebahkan tubuhmu terlalu lama sehingga ia menjadi kaku

 jangan abaikan hatimu sehingga ia menjadi beku

 jangan menunggu, sampai akhirnya mereka mati"

Apa yang salah sampai akhirnya menghujat?
untuk diriku, apa perlunya.
ini cuma masalah waktu
atau....
jalannya memang melalui arah yang berputar terjungkir terbalik
siapa yang peduli dengan peluhmu?
omong kosong, meringkik, mengerang, masa bodoh
ini jalanku, jalanmu tentukan sendiri!

Percayalah, kau tak mungkin dapat mengukur kejamnya
bukan sesuatu untuk dipikirkan
hanya saja sedikit harus direnungkan
seperti apa, bagaimana, kenapa, dan berapa lama waktunya......

Sapa yang akan benar-benar peduli?
ini hanya sekedar masalah "batin"
penyelesaian yang juga lewat hati, bukan otak apalagi jantung
Percuma kataku kalau kau tak paham
Ini bukan untuk kau pahami
bukan yang mudah dimengerti

"Takaran gula dalam teh setiap orang berbeda,

 Kau tak akan pernah tau seberapa banyak gula yang membuat rasa manisnya terasa di lidah

 kecuali dengan mencobanya"

Jadi apa menurutmu tentang kalimat itu?
Sama seperti kekuatan pikiran yang berbeda, hati setiap manusia juga punya sifat yang sama
Tentang kepekaan, iya, kepekaan perasaan setiap orang.....
Yang terkadang membuatku sulit bernafas
Tentunya kau akan merasakan hal yang serupa ketika itu terjadi padamu

Jangan mengharapkan sebuah senyuman, sekecil apapun takkan kau dapatkan
Ingat itu.
Sekali kau lupa maka bersiaplah terluka

Ini hanya masalah intensitas yang juga tak sama
jadi jangan pernah samakan....
apalagi kau anggap sama
tak semua yang searoma itu sama
tak juga yang sama itu serupa

"Semua ini porsi yang kau dapatkan,

 kalau kau memakannya maka akan enyah

 Tapi ketika kau hanya menatapnya,

 Sepiring porsi itu tak akan pernah habis"