cerpen cinta

Pergilah dari Jogja(ku)

more quote www.fasihrdn.tumblr.com | @fasihrdn Mbak, barangkali kaulah mata pertama yang dapat mengartikan sekumpulan tulisan-tulisanku ini. Sebab kaulah yang paling tahu secarik kertas yang tak lagi suci ini kupersembahkan tanpa perangko tepat teruntuk dirimu yang masih juga lalu-lalang dalam jemariku. Surat-surat ini boleh dibaca siapapun. Kau pernah bilang, tidak suka aku menuliskan dirimu. Ah, siapa pula yang tahu yang kupanggili ...

Read More »

Surat Rahasia untuk Tuhan

Yogyakarta, 250415: 01.59 Allah. Semusim sudah semua yang dunia lemparkan di mukaku meluka. Semestinya sudah sembuh. Malah semakin parah. Seharusnya sudah tidak mengancam air mata meuncurkan diri. Malah menderas tiap kali, tanpa ingin kuingati. Wanita itu ternyata masih bersemayam membenamkan pundakku. Menenggelamkan kepalaku. Tak bisa kusebutkan identitasnya dengan benar. Aku belum mampu mengungkap abjad-abjad lengkap yang menyusun namanya. Nciz. Entah, inspirasi ...

Read More »

Biar Bukti yang Membangun Cinta

Lelehan air mata yang suka tiba-tiba menderas begitu saja adalah bukti bahwa luka itu masih juga menertawakan kepayahanku menerima takdir Tuhan. Mengikhlaskan satu masa yang direnggut tepian jingga, menggenangkan sisa hujan berbayang petang. Dan kesulitanku dalam memaafkan diri atas ingata-ingatan tentang satu ruang yang kauabaikan, yang kaudustai, yang sudah bisa disebut khianat oleh alam. Perlukah aku menceritakan ulang episode yang ...

Read More »

Tak Ada Namamu dalam Tulisanku

Kupikir mudah melesapkan dusta dalam luka. Kurasa sebenarnya mudah saja segala kembali seperti semula, seperti sedia kala: waktu hujan bukan disebut-sebut sebagai bisik kenangan atau pelangi yang dianggap sebagai bias ingatan. Hanya terkadang aku menoleh, lalu mengangguk menyanggupi memoar menari-nari di perutku. Mendesak sampai ginjal berhenti melumat kunyahanku. Aku terbawa arus alir nadi, darah tak lagi bebas membersihkan diri. Aku ...

Read More »

Yogyakarta

Ah, Jogja. Hanya di kota ini aku bisa menuang rindu lewat sederet kata. Meski bukan kau yang jadi bahan bicaraku, tapi kau adalah tempatku pulang. Meski aku sangsi apa yang harus kuketikkan seluruhnya di sini agar bisa kaujamahi riwayatku. Atas apa yang belasan tahun suguhkan bersamaan dengan menuanya kotaku. more quote www.fasihrdn.tumblr.com Entah, Jogja yang mengenalkan aku padamu. Atau kau yang ...

Read More »

Cermin(ku)

Boleh, aku bercerita sebelum kututup dengan catatan akhir tahun? Sedikit saja, soal hatiku yang terus saja mengeja kata rindu padahal setiap hari bertemu. Apa sebenarnya yang memikat darimu? Mungkin, aku tak butuh sesuatu yang membuatku terpikat, sebab berkali-kali kulihat, kulekati lakumu, aku selalu saja bertanya, apa seperti itu diriku? Pernah aku tercenung sendiri, aku seperti penonton yang menunggu-nunggu tirai teater—yang ...

Read More »

Kau; Jadilah Teman Hidupku

Apa berlebihan bila aku merindumu setiap waktu? Baru sehari aku tanpamu, sudah merasa jadi orang yang paling awam soalmu. Jujur saja, aku justru takut jadi pecandumu. Aku begitu takut tak bersinggungan dengan pelukmu. Aku tahu, Aku betul-betu tahu sedalam apa aku jatuh di sudut hatimu. Di sana, aku tak bisa bertahan sendirian. Aku yang tiba-tiba jadi begitu lemah tanpa genggammu, ...

Read More »

PARANOID

Tentu, aku begitu takut tentang apa yang tidak kuketahui sebelumku. Atau sesudah kita nantinya. Andai saja, cinta tak pernah mampir kemari, mungkin saja tak ‘kan ada ketakutan yang bermunculan. Menekan-nekan hatiku. Sungguh, saat ini aku merasakan kau remat-remat hatiku dengan tangan orang lain. Sungguh, saat ini aku sedang menahan-nahan dan mengendalikan diri dari sakit yang tak bisa kumungkiri. Jadi, sebenarnya ...

Read More »

Jejak Rekam Bulan Oktober

Sebenernya nggak bisa nulis apa-apa lagi … sudah terekam dalam pikiran dan hati, sudah melekat dan membuat segala abjad membeku di sangkarnya. Oktober; selalu jadi bulan yang kunanti-nanti. Bukan sebab ada satu tanggal istimewa dalam hidupku. Tapi karena aku memang selalu berharap Oktober jadi pengikat waktu yang haru. Dan 2013 menyuguhiku Oktober yang begitu sempurna…. 5-6 Oktober 2013 (Sabtu, 5 Oktober ...

Read More »

Bisakah Kau Menenangkan Hatiku?

Sebab gigiku gemeretak, jantungku dag-dig-dug lebih kencang, dan entah mengapa dadaku jadi begitu sesak…. Ada yang menyelingar dalam bahasa yang salah-kaprah. Aku dengan segala titik-koma dalam paragraf singkat yang terurai begitu panjang, melalui bibir yang terhalang gelap. Aku dengan suara-suara lain yang menyelinap lewat celah telingaku yang lain, atau aku dengan sengal napas yang terdengar begitu nyaring. Kau tahu sudah ...

Read More »