puisi

Tak Ada Namamu dalam Tulisanku

Kupikir mudah melesapkan dusta dalam luka. Kurasa sebenarnya mudah saja segala kembali seperti semula, seperti sedia kala: waktu hujan bukan disebut-sebut sebagai bisik kenangan atau pelangi yang dianggap sebagai bias ingatan. Hanya terkadang aku menoleh, lalu mengangguk menyanggupi memoar menari-nari di perutku. Mendesak sampai ginjal berhenti melumat kunyahanku. Aku terbawa arus alir nadi, darah tak lagi bebas membersihkan diri. Aku ...

Read More »

Jarak yang Kubawa Pulang

Bu.Apa kabar? Lama kupikir aku adalah yang paling kuat.Lama kukira aku adalah yang paling sabar.Lama kurasa akulah yang tiada. Ayah.Sedang apa? Belum lama sepertinya, aku diberi selembar hitam-putih berukuran 3×4; usang, robek separuhnya.Belum lama kiranya, aku sombong tak akan pernah bertanya mengapa kau di sana; entah, di mana.Belum lama ternyata, aku tak kuasa ingin mengubah segumpal darah dalam dagingku. Tapi ...

Read More »

Teruntuk Kamu, Lelaki Terhebat

Kalau selarik doa adalah wujud cinta, barangkali kata tak lagi ada gunanya. Sebab ia hanya seperti bunga yang dirangkai untuk menunggu kapan waktunya layu. Dan aku hanya dalam anganmu, dalam kalimatmu, dalam aksara-aksara yang sulit sekali kueja; aku hanya pengobat pilu. Bukan yang namanya kausebut dalam doa. Sadari aku tak pernah benar-benar berada di hatimu. Malam ini aku membisu dan ...

Read More »

Remah Bulan

Cakrawala, mengapa kau habisi rembulan? Apa salahnya, mengapa kau tega…. Coba kau tengok ia, masihkah senyum merekah terangi legam? Atau rupanya sakit keras, memilih purna tugas. Begitu parasnya jadi tampak lebih tua dari umurnya. Sudah seberapa lama menjejal malam dengan cahaya. Demi langit, demi kau, Sayang. Demi bumi yang tak kesepian. Coba kau intip ia, barangkali butuh engkau menggantikannya.080314~Memungut serpihannya….

Read More »

Cermin(ku)

Boleh, aku bercerita sebelum kututup dengan catatan akhir tahun? Sedikit saja, soal hatiku yang terus saja mengeja kata rindu padahal setiap hari bertemu. Apa sebenarnya yang memikat darimu? Mungkin, aku tak butuh sesuatu yang membuatku terpikat, sebab berkali-kali kulihat, kulekati lakumu, aku selalu saja bertanya, apa seperti itu diriku? Pernah aku tercenung sendiri, aku seperti penonton yang menunggu-nunggu tirai teater—yang ...

Read More »

Kau; Jadilah Teman Hidupku

Apa berlebihan bila aku merindumu setiap waktu? Baru sehari aku tanpamu, sudah merasa jadi orang yang paling awam soalmu. Jujur saja, aku justru takut jadi pecandumu. Aku begitu takut tak bersinggungan dengan pelukmu. Aku tahu, Aku betul-betu tahu sedalam apa aku jatuh di sudut hatimu. Di sana, aku tak bisa bertahan sendirian. Aku yang tiba-tiba jadi begitu lemah tanpa genggammu, ...

Read More »

Jadilah Kau Segalaku, Bawa Aku Bersamamu

Dan aku hadir bukan untuk menggelisahkan hatimu. Pun kau datang bukan untuk menyakitiku kan? Untuk apa sebenarnya titik itu, yang kupijak tepat di hadapanmu. Yang ternyata menjadi awal mula segala rasa. Dan aku tak pernah mau mendalaminya. Tak pernah ingin memaknainya lebih teliti, aku tak pernah meminta kau membuka intuisi. Bisik kecil yang merambat ke segala arah, lalu ia mendiami ...

Read More »

Bisakah Kau Kembalikan Hatiku?

Dan aku tak sanggup menyelesaikan ini sendirian. Perasaan yang menggantung di sengal napasku. Aku tak tahu caranya menyelesaikan perasaan yang tumbuh begitu cepat. Pun aku tak mampu memeliharanya dengan tanganku sendiri. Bukankah butuh sentuhanmu juga? Ah, sudahlah! Ingin kuakhiri segera apa yang tak berprogres dengan baik. Ingin kuubah koma menjadi titik. Atau tanda tanya yang semakin sering jadi tanda baca ...

Read More »

Aku (pasti) Merindukanmu

Aku bisa merasakan gemetar di dadaku. Gemeretak gigiku saat gigil menyergap sekujur tubuhku. Aku rindu; aku rindu sahabatku. Aku pasti merindukanmu. Kecuali kalian, siapa lagi yang selalu tertawa di balik senyumanku, siapa lagi? Siapa yang juga menangis tersedu-sedu melihat air berkunang di ujung mataku. Kita menghabiskan waktu dengan saling menggenggam lalu sekarang kita tak lagi berjalan beriringan. Aku tahu, ini ...

Read More »

Dan Kau….

Mengubah kebiasaanku yang lebih tenang tanpa siapapun, jadi kelimpungan saat tak ada kamu di sekitarnya. Meski tak kubuka dengan suara, tak kutulis dengan kalimat tanya untuk tahu jawabannya. Semestinya tahu dengan sendirinya. Apa kau buta? Tak bisa membaca peta yang susah payah kugambari sendiri. Atau kau pura-pura? Tak mau meraba jejak menuju hatiku yang mulai meluka sendirinya. Ah, kini galau jadi ...

Read More »