Hari Ke-20: Telepon Genggam

28 views
more quote www.fasihrr.tumblr.com

Dan sepagi tadi aku tertidur, mungkin sudah lama tak kaudengar aku mendengkur.
Sebab jarak sudah jadi pengukur, tetapi dalam doa, kitasetidaknya, akumasih begitu akur. Masih hafal bagaimana cara mengalur rindu berangsur-angsur. Menyimpan rasa yang begitu jujur, diam di tempatnyamasih dengan doabak bahadur yang baru mau muncul pada waktu yang sudah Tuhan atur. Meski bilur membujur, mengaduk-aduk sampai cabur; sampai air mata jatuh bercucur. Aku tetap jadi seseorang yang berharap doanya makbul. Sebab hakikat tertinggi dari cinta adalah doa. Begitu bukan? Tak perlu sebuah jawaban, ini bukan suatu pertanyaan.
Dan sepagi dini kau mengetuk telingaku dengan getar dalam telepon genggamku.
Aku terkesiap bukan sebab aku tahu waktu sudah memburuku untuk segera membasuh wajah yang lusuh, tapi digit-digit yang tertera dalam layar yang sudah lama tak tersentuh. Ada angka-angka yang tak asing, yang sepertinya dulu begitu sering membuat teleponku berdering. Kamu?
tweet me @fasihrdn
Soal hati, kita tidak pernah diberitahu apa yang akan ia rasakan bahkan untuk satu detik mendatang. Aku mengingat, kamu melalai. Kau berisyarat, aku mengabai. Siapa yang bisa sangka-sangka? Dan kalau tetiba kamu mengingatku, sampaikan pada Allah. Sebab mungkin itu pesan yang kubisikkan pada-Nya untuk kaurasakan. Bila pertemuan belum disempatkan, biar Tuhan jadi pihak ketiga dalam urusan kerinduan. Dan kita saling berhamburan dalam pelukan setelah dihalalkan. Entah dengan siapa kita nanti, biar perasaan ini menyingkir dengan sendiri. Sebab ilmuku terlalu sedikit untuk paham teori jodoh. Pengetahuanku teramat dangkal untuk bicara perkara jodoh. Bukankah lebih baik membiarkan segala diatur atas kehendak Allah?
Dan sepagi dini tadi aku menemukan telepon genggamku dalam dua fungsi: pengingat dan pengenang.
Aku yang memang seharusnya cepat-cepat bangun dari ingatan-ingatan layaknya kenangan. Dan kamu melakukannya, membangunkan aku dari tidur panjang; dari mimpi yang tinggal bayang-bayang. Apabila rindu ini jatuh pada waktu yang salah dalam perasaan yang salah-kaprah, aku berharap segalanya dibenarkan oleh Allah melalui sesuatu yang absah. Sebab hatiku ini jadi begitu lemah bila berbenturan dengan rindu, maka perasaan itu selalu kujadikan perbincangan dengan Tuhan; dengan doa, setelah sujud dalam solat.
200214~Dan sepanjang hari ini, ingin kutemui pagi seperti tadi.