Hari Ke-26: (Masih) Doa

6 views

more quote www.fasihrr.tumblr.com

Dan kekuatan doa jadi saksi setiap air mata yang mengiringi kalimat-kalimat suci akan sampai ke langit, lalu kembali dengan sempurna. Entah, Tuhan meletakkan harapan pada derajat ke berapa. Apakah sama atau tidak dengan yang disampaikan sebelum fajar pecah menggeser purnama. Tapi yang aku ingat, Tuhan berjanji bahwa akan ada saatnya kepastian tentang deret bilangan sejati akan menempati haknya. Dan percaya adalah yang tersisa saat segala harap tak lagi bisa ditumpahkan dalam petak yang sama, di hati manusia. Tidak bisa lagi digenggam jemari yang mengerat, jadi, biarlah doa-doa itu beterbangan seperti gelembung udara yang dimainkan saat kanak-kanak. Gelembung yang bisa pecah di mana saja.

follow me @fasihrdn

Mungkin kamu tak menyadarinya. Ada yang mencintaimu dengan diam, dengan tersenyum, dengan mengingatkan, dengan doa yang begitu dalam. Dan ia tak pernah membutuhkan balasan.

Surat-surat ini sarat akan sesuatu yang akurat, penuh ayat tentang rindu yang begitu pekat. Kuharap doanya pun tak pernah cacat, semakin erat, kuat, melekat, terangkat menuju akhirat....
Surat-surat ini berasal dari suara-suara yang masih sigap singgah di telinga, suaramu yang menggema kala senja. Kini kularung dalam doa. 

Salam,
Fasih Radiana