Kali Ini Aku Benci II

3 views
**Dan apa sebenarnya salahku? Apa, tolong beri tau. Aku tak mungkin tahan terus begini, sakit. Aku yang sakit apa kamu pikir aku ini sebongkah batu besar? atau apa yang sebenarnya ada di otakmu. Jelaskan saja semua daripada begini terus. Perlu berapa kali lagi sampai mulutku berbuih, AKU MUAK! kali ini aku serius, aku benar benar muak.

**Sekarang tersendat, di ujung yang lekat. Sesak lagi-lagi, bosan juga sebenarnya. Coba saja kamu, kamu yang terus terjebak dalam situasi seperti ini. Mungkin terkapar ingin mati saja rasanya, saking sulitnya. Cukup sulit untuk menahan luka bekas tumpahan air raksa. Luka bakar yang jelas bekasnya, takkan hilang, mungkin takkan pernah. Meski nyawaku nyaris hilang, aku tau sakitnya akan tetap begini. Tak ada yang akan berubah, karna tak ada yang merubah sebelum sesuatu mengubahnya atau seseorang menyulapnya. Aku mulai lelah juga, takkan cukup sekedar merebahkan tubuh di ranjang seluas padang rumput hijau. Atau sekedar hening mengagumi pelangi yang melingkari sudut langit.

**Lalu aku bingung harus bagaimana, mau bebuat apa, mesti bicara dengan siapa. Aku tak pernah punya pilihan, setidaknya yang benar-benar ku inginkan. Seperti sudah dipatenkan.........dan tangan siapapun tak bisa menyentuhnya, sedikitpun tak bisa. Aku tau, sampai kapanpun ini jalannya, tak ada yang lain. Tak ada tepiannya.