PARANOID

Tentu, aku begitu takut tentang apa yang tidak kuketahui sebelumku. Atau sesudah kita nantinya. Andai saja, cinta tak pernah mampir kemari, mungkin saja tak ‘kan ada ketakutan yang bermunculan. Menekan-nekan hatiku. Sungguh, saat ini aku merasakan kau remat-remat hatiku dengan tangan orang lain. Sungguh, saat ini aku sedang menahan-nahan dan mengendalikan diri dari sakit yang tak bisa kumungkiri. Jadi, sebenarnya ...

Read More »

Jejak Rekam Bulan Oktober

Sebenernya nggak bisa nulis apa-apa lagi … sudah terekam dalam pikiran dan hati, sudah melekat dan membuat segala abjad membeku di sangkarnya. Oktober; selalu jadi bulan yang kunanti-nanti. Bukan sebab ada satu tanggal istimewa dalam hidupku. Tapi karena aku memang selalu berharap Oktober jadi pengikat waktu yang haru. Dan 2013 menyuguhiku Oktober yang begitu sempurna…. 5-6 Oktober 2013 (Sabtu, 5 Oktober ...

Read More »

Catatan Kenangan di Bawah Purnama

Bintang Jatuh di Mataku Aku selalu suka dengan bulanmerayap dari balik bukityang samar-samar cahayanya terhalang dedaunan Aku mengkhidmatinya;suara angin yang mencuri sedikit kehangatan di wajahkuAku menikmatinya;semburat serbuk emas yang mengambang di atas awanBerlarian, serupa kau yang jatuh tepat di mataku Lalu di seberang mataku ada bintangyang mekar sendirianmembelah separuh mega yang mulai petang Sepanjang jalan yang muaranya adalah purnamamelambai-lambai di ...

Read More »

Jadilah Kau Segalaku, Bawa Aku Bersamamu

Dan aku hadir bukan untuk menggelisahkan hatimu. Pun kau datang bukan untuk menyakitiku kan? Untuk apa sebenarnya titik itu, yang kupijak tepat di hadapanmu. Yang ternyata menjadi awal mula segala rasa. Dan aku tak pernah mau mendalaminya. Tak pernah ingin memaknainya lebih teliti, aku tak pernah meminta kau membuka intuisi. Bisik kecil yang merambat ke segala arah, lalu ia mendiami ...

Read More »

Bisakah Kau Kembalikan Hatiku?

Dan aku tak sanggup menyelesaikan ini sendirian. Perasaan yang menggantung di sengal napasku. Aku tak tahu caranya menyelesaikan perasaan yang tumbuh begitu cepat. Pun aku tak mampu memeliharanya dengan tanganku sendiri. Bukankah butuh sentuhanmu juga? Ah, sudahlah! Ingin kuakhiri segera apa yang tak berprogres dengan baik. Ingin kuubah koma menjadi titik. Atau tanda tanya yang semakin sering jadi tanda baca ...

Read More »

Oktober, Aku, dan Merbabu

Berbagi pengalaman mengesankan, menceritakan kisah singkat yang meninggalkan kenangan, jadi … kali ini hanya seperti sebongkah batu yang kugenggam lalu kulempar tepat di hadapanmu, biar tahu rasa sakitnya merajam sampai ke ubun-ubun. Serius, kali ini hanya ceritaku dengannya; Merbabu. Sebelumnya…. 05 Oktober 2013, 23.53 Ah, Bintang! kau tahu anginmu lancang mencalang ada getir di tiap jengkal kaki beringsut lukaku meninggi ...

Read More »

Aku (pasti) Merindukanmu

Aku bisa merasakan gemetar di dadaku. Gemeretak gigiku saat gigil menyergap sekujur tubuhku. Aku rindu; aku rindu sahabatku. Aku pasti merindukanmu. Kecuali kalian, siapa lagi yang selalu tertawa di balik senyumanku, siapa lagi? Siapa yang juga menangis tersedu-sedu melihat air berkunang di ujung mataku. Kita menghabiskan waktu dengan saling menggenggam lalu sekarang kita tak lagi berjalan beriringan. Aku tahu, ini ...

Read More »

Baca saja, Seperti Aku Menulismu

Sebab aku tak mau kaumerayu yang selain aku. Tak suka mendengar kaumemuji yang selain aku. Tak bisa melihat kaumenatap yang selain aku. Ada yang tak bisa kausentuh kecuali dengan hatimu, adalah hatiku dengan perasaan-perasaan yang mengitarinya. Tuan, coba jawab, sampai kapan aku harus menantimu memberiku satu kehidupan untuk bersama selamanya. Kalau ada yang lebih menyakitkan, mungkin sebab kau tak pernah ...

Read More »

Dan Kau….

Mengubah kebiasaanku yang lebih tenang tanpa siapapun, jadi kelimpungan saat tak ada kamu di sekitarnya. Meski tak kubuka dengan suara, tak kutulis dengan kalimat tanya untuk tahu jawabannya. Semestinya tahu dengan sendirinya. Apa kau buta? Tak bisa membaca peta yang susah payah kugambari sendiri. Atau kau pura-pura? Tak mau meraba jejak menuju hatiku yang mulai meluka sendirinya. Ah, kini galau jadi ...

Read More »

Bisakah Kau Menenangkan Hatiku?

Sebab gigiku gemeretak, jantungku dag-dig-dug lebih kencang, dan entah mengapa dadaku jadi begitu sesak…. Ada yang menyelingar dalam bahasa yang salah-kaprah. Aku dengan segala titik-koma dalam paragraf singkat yang terurai begitu panjang, melalui bibir yang terhalang gelap. Aku dengan suara-suara lain yang menyelinap lewat celah telingaku yang lain, atau aku dengan sengal napas yang terdengar begitu nyaring. Kau tahu sudah ...

Read More »