Kujaga Seluruhmu dengan Segalaku

Pernah kau mau tahu seberapa sesak dadaku dijejal gumpalan-gumpalan yang membesar perlahan. Tanpa pengakuan, aku merasa kamu hilang membayang. Mengejawantah jadi petang. Atau jangan-jangan dijumput masa silam. Lalu dengan itu aku tak pernah merasa tenang. Tapi mati-matian kupendam. Mati-matian kutahan. Mati-matian kutendang. Apa kiranya yang melekati tubuhmu sampai aku pandai mengecup ucapmu dengan kata serupa. Entah. Apa sebenarnya yang merekati ...

Read More »

Ajari Aku Membahagiakan Kita

Salah. Kalau aku mengira dengan cinta, kau akan begitu saja percaya. Lalu berbahagia. Salah. Kalau aku berpikir dengan setiaku, kau akan begitu saja percaya. Lalu berbahagia. Salah. Kalau aku merasa dengan kesalahan masa silam, kau tak bisa begitu saja kupercaya. Lalu tak pernah berbahagia. more quote www.fasihrdn.tumblr.com Sudah sejauh ini, Sayang. Tapi ragu masih kerap lalu-lalang di antara kau dan ...

Read More »

Tapi Kau Tahu, Aku Mencintaimu

Dan segala kekuatan ambruk seketika. Tubuh tak pernah berbohong kapan ia lemah pastilah meremah. Kau tahu aku tak ingin mengganggu napasmu meski sebentar. Andai bisa, aku tak ingin jatuh di petakmu. Karena gigil menggigit-gigit tulangku, apalah daya, seangkuh apapun aku tumpur juga. Sebelumnya kulakukan semua sendiri…. Sebelummu aku tak punya waktu membagi gelisah kecuali dengan dinding dan remang lampu. Atau ...

Read More »

September – Non Fiksi

September bukan jadi waktu pilihanku untuk menemuimu. Ingatkah bagian itu? Yang saat itu aku merasa begitu percaya diri tak mungkin jatuh cinta lagi. Apalagi dengan pria di hadapanku. 17 September 2013. Tepat hari Selasa pukul delapan malam aku menjejak dalam keraguan di tengah remang pada keramaian salah satu universitas negeri di Yogyakarta. Kuterjemahkan air mancur di halaman Gedung Rektorat sebagai ...

Read More »

Denganmu, Kita Baik-Baik Saja Kan?

more quote www.fasihrdn.tumblr.com Tak perlu kau minta, aku akan selalu melakukannya. Merevisi diri berkali-kali. Demi napasmu yang memenuhi seluruh ruang di hati. Meski tahu betul ada yang tak setuju dengan lekatnya jemari kelingking mencecap janji (lagi). Bisakah gelas pecah itu utuh kembali? Sanggupkah kita baik-baik saja sampai semua selesai? Kali ketiga aku memberimu gagang pintu tanpa kunci. Masuklah. Barangkali kau ...

Read More »

Wanita di Sudut Mata

Kudengar kabar lewat lirik-lirik beriring akustik. Kudengar suaranya memecah kerinduan. Kudengar bicaranya masih juga meluruhkan kegundahan. Kudengar darimu, bacaan yang kaumainkan menyendu, mengharu, masihkah aku mencintaimu? www.fasihrr.tumblr.com  Kubaca kalimatnya penuh gurat luka. Seorang wanita jelmaan terista lama. Kubaca syairnya berlagu babur; kacau; tak beratur. Barangkali, masih awam soal gramatika. Atau kau masih merasa laranya mengablur di dada? Menyesakkan remang dalam ...

Read More »

Selamat Ulangtahun, Ibu!

Empat puluh lima. Angka yang paling pas untuk menggenapi (lagi) matangnya usia. Betul, Bu? Berbahagia atas kehidupan yang meski berjalan tak seindah dongeng sebelum tidur, tapi sepatutnya tak hanya ibu tapi juga kami semua bersyukur atas takdir Tuhan yang begitu sempurna. Sebab anakmu tak pandai berucap lewat suara, biar kutuliskan sedikit saja melalui bahasa. Biar abjad yang bicara mengenai panjatan ...

Read More »

Yogyakarta

Ah, Jogja. Hanya di kota ini aku bisa menuang rindu lewat sederet kata. Meski bukan kau yang jadi bahan bicaraku, tapi kau adalah tempatku pulang. Meski aku sangsi apa yang harus kuketikkan seluruhnya di sini agar bisa kaujamahi riwayatku. Atas apa yang belasan tahun suguhkan bersamaan dengan menuanya kotaku. more quote www.fasihrdn.tumblr.com Entah, Jogja yang mengenalkan aku padamu. Atau kau yang ...

Read More »

Kau Tahu Mengapa Aku Tak Suka Kenangan

Ia kejam. Bila kau tak benar-benar paham cara mengingatinya. Pada daun yang gugur di musim hujan, ada jalan memutar untuk lebih dekat menuju rumah singgah. Agar terlindung dari gigil gemetar sebab tetesnya makin deras mengguyur mata kaki. Kau tahu mengapa aku lebih memilih melaju sampai menemui rumah singgah berikutnya. Karena aku tak pernah punya waktu menoleh ke arahmu, masa yang ...

Read More »

Posesif

Aku bukan tipe wanita yang posesif, Sayang. Boleh kau tanyakan pada ia yang sempat membarengi langkahku. Aku tak pernah merasa memiliki. Itu prinsip yang sejak lama kuteguhkan dalam diri. Aku bukan tipe wanita posesif, Sayang. Coba saja tanyakan pada ia yang pernah menjadi bagian dariku sebelummu. Aku tak pernah mencemburui siapapun, kecuali sedikit sekali dan sebentar saja. Sebab aku tak ...

Read More »