Surat Terbuka untuk Calon Presiden Rumah Tangga(ku)

Sungguhlah aku tak patut menuliskan suara hati ini teruntuk kau, yang belum kuketahui benar atau tidaknya akan menjadi masaku di waktu yang akan datang. Tapi izinkan aku menulis surat ini teruntuk engkau, sebagai seseorang yang kuperjuangkan, kuusahakan, dan kumasukkan dalam barisan doa di setiap malam nyaris menjadi pagi. Bukan aku meragukanmu, Sayang. Ini hanya menyoal waktu untuk percaya pada apa ...

Read More »

Berhenti Mencari Cinta

Aku mencari-cari cinta, di tempat yang sama, di waktu yang berbeda. Padamu jua aku kembali, pun aku masih meragukan kesungguhanmu. Tapi aku selalu berusaha menyelami matamu. Adakah dusta masih bergelayutan di pelupuknya, Sayang? Aku mencari-cari diriku, di sana. Di tempat yang kau jadikan bahan untuk berdusta. Di waktu yang tidak tepat, barangkali, aku masih begitu mencintaimu, Sayang. Atau enggan mengucap ...

Read More »

Pada Masa yang Lalu….

Tolong, berhenti mengikuti jejakku. Aku lelah menjadi bayangmu. Kau tahu, aku bukan pengingat memoar. Aku tak mungkin tinggal di situ, dalam sajak kenangan. Atau rintik hujan yang jadi nyanyian di pinggir kota. Tolong, berhenti mengikuti jejakku. Kau tak pernah tahu dalamnya luka yang kurawat sendirian ini, melibatkan deras air mata, meski masih dipenuhi cinta. Aku bukan robot, Sayang. Ada bagian ...

Read More »

Wanita Idaman(mu)

more quote www.fasihrr.tumblr.com Aku tak punya daya lagi, semakin aku ingin melarikan diri semakin kau menyeretku kembali. Tapi aku lelah dianggap sampah. Meski nyatanya aku tetap saja berpegang pasrah kalau-kalau kau beracah-acah. Hhhh, aku bosan mendengar lenguh yang masih juga penuh keluh. Napas panjang yang lekat dengan gamang, gamblang kali meski kita antarruang; jauh tak tersentuh. Katanya, kau sedang asyik ...

Read More »

Teruntuk Kamu, Lelaki Terhebat

Kalau selarik doa adalah wujud cinta, barangkali kata tak lagi ada gunanya. Sebab ia hanya seperti bunga yang dirangkai untuk menunggu kapan waktunya layu. Dan aku hanya dalam anganmu, dalam kalimatmu, dalam aksara-aksara yang sulit sekali kueja; aku hanya pengobat pilu. Bukan yang namanya kausebut dalam doa. Sadari aku tak pernah benar-benar berada di hatimu. Malam ini aku membisu dan ...

Read More »

Bila Cinta(mu) Tak Sempurna, Ajari Aku Bersetia

Jangan berbaik hati padaku, aku tak pandai berintuisi soal rasa yang mencuat-cuat kalang-kabut. Siapa kamu, berani-beraninya singgah dalam mimpiku. Bila cintaku padanya tak sempurna, aku tak berharap kamu melengkapinya. Berhentilah di tempatmu berdiri, jangan menjejakiku lagi. Aku bisa mengatasi kesakitanku sendiri. Dan bagaimana bisa kau membiarkan aku dicintai lelaki lain di tempat yang tidak kauketahui? Hingga letih sampai pada mataku, ...

Read More »

Celah dalam Lelah; Aku Lengah

Apa kau benar-benar tak mau aku betah berlama-lama dalam tatapmu? Sedang saat ini aku gamang kalau dalam lemah ada yang mampu menjagaku dari lejarnya mencintaimu…. Bertanyalah mengapa aku masih bersetia pada luka yang kerap menjadi kepayahanku dalam bersabar. Sedang sejauh hari kau masih juga menganggapku robot yang tak punya kesempatan untuk rehat. Nyatanya kamu asyik sekali menjejaki sakitku, kamu puas ...

Read More »

Izinkan Aku Bercerita, Jogja

www.fasihrr.tumblr.com Sebab itu aku memilih untuk merunduk di balik sujud dengan tangis meluruh tumpah ruah, kubiarkan menetes di atas sajadah(mu). Biar malaikat menghapus bulirannya agar tak tampak oleh mata hujan yang meruncing dengan bising, biar malaikat meredam gemetar di dadaku; geram yang dibahasakan dengan begitu sempurna. Lalu “Baik-baik saja” memang selalu jadi tonggak paling pas untuk kekuatan yang nyaris tumbang. ...

Read More »

Kutulis dalam Doa

Kiranya kau bertanya mengapa selalu kuselipkan kata “doa” dalam baris yang berlapis-lapis? more quotes www.fasihrr.tumblr.com Aku tak bisa menemui diri menepi dalam sunyi, kecuali hening menghantarku pada lantunan rindu. Ia berirama merdu, suaranya tak memecah telinga tapi mengaung ke seluruh jiwa. Bahkan jiwamu, barangkali ikut pula merasakannya. Saat aku meminta pekat malam segera memberi damba pada yang haus meronta, mengenang ...

Read More »

(Menuju) Tujuh Belas; Membilang Ulang atau Berpulang

17. Jadi angka yang paling dinanti tuan dan putri. Mereka yang katanya disebut dewasa di angka tujuh belas. Katanya, sudah layak menjadi alamas. Tapi mengapa mesti tujuh belas? 17. Ingatkah ada pertemuan yang katanya bukan sebuah kebetulan pada Selasa malam di bulan ke sembilan? Bisa kurunut kembali, kronologi jejak remang di halaman luas salah satu gedung universitas itu bukanlah suatu ...

Read More »