PART 5

5 views
PART 5,5 / 5 ( 1votes )
Terdengar suara-suara beberapa anak KIBER mengatakan penyebab hancurnya persahabatan ini adalah Farel. Termasuk Tara yang juga ikut menyalahkan. Tania yang mendengar cerita itupun tak terima.
“Apa-apaan sih mereka? Kok jadi nyalahin Farel?! Sumpah ya kalo disuruh milih Farel atau mereka aku pilih Farel! Mereka tuh siapa? Bisanya Cuma bikin orang sakit hati aja, belagu banget” Ucap Tania ketus.
“Iyaya, yaudah mulai sekarang kita nggak usah nongkrong di tempat itu lagi aja Tan. Kayak Lia sama Ira”Lanjut Dea makin panas .
“Oke. aku juga udah males, paling juga kalo di sana cuma dikacangin”Ujar Tania emosi.
“Kalo gitu aku pulang dulu ya. kamu taukan aku sekarang ini juga lagi marahan sama Farel? jadi nggak betah di sekolah lama-lama”Jelas Dea sambil berlalu pulang, di ikuti Tania yang juga beranjak pulang.
***



         Lembut hujan mengguyur Jogja sore itu, mengingatkan Dea pada sesuatu. Perkataan Tania yang membuatnya mengerti sesuatu . Farel adalah sosok yang penting untuk seorang Tania yang selalu kesepian . Terdapat kesamaan antara dirinya dengan Tania . Mereka sama-sama anak tunggal, makanya Dea bisa merasakan hal yang sama seperti yang Tania rasakan . Sebenarnya Tania bukan anak tunggal, tetapi beberapa bulan yang lalu ia menjadi anak tunggal karena adik perempuannya meninggal dunia akibat kelainan jantung . Batin Tania yang terpukul membuatnya membutuhkan sosok yang selalu dapat mengisi ruang kosong dalam lingkar waktu kehidupannya . Farel adalah salah satunya, ia sosok adik yang dapat membuatnya tertawa bahagia . Membuat setiap detiknya menjadi lebih berwarna . Bisa Dea rasakan, disela tawanya yang mengumbar bahagia itu terdapat kehangatan yang sahabatnya dapatkan dari Farel . Bukan lagi sekedar sahabat, tetapi seorang adik baru untuk hatinya yang sepi . Terlukis berayun melambai lemah gemulai sorot mata Tania yang seketika mengandung amarah ketika KIBER menyalahkan Farel . Gejolak yang membuncah membuatnya tak lagi ingin berada di dalam komunitas itu . Kejadian dimana awal mula retaknya KIBER disorot oleh semua murid kelas delapan .Alunan musik klasik temani tangis dalam senyumnya, menari kata pada bait-bait pahit yang tumpah di atas perih sukmanya . Senja yang penuh luka, mengubah waktu menjadi samurai tajam yang menusuk pedih batinnya . Gerimis mempercepat kelam, hp Dea bergetar tanda satu sms diterima . Seperti yang Dea duga, seseorang yang telah merobek hatinya itu menanyakan penyebab sikapnya yang berubah menjadi dingin, tak seperti kemarin yang tiap detiknya mengumbar tawa . Hal itu membawa tanda tanya besar pada Farel . Mendorongnya menanyakan apa yang terjadi . Namun Dea hanya diam seribu bahasa . Kelu bibirnya tak sanggup mengingat apa yang membuatnya kecewa . Makin resah menanti balasan dari dea yang bungkam, Farelpun mengulangi pertanyaanya .





To be continue...


*terimakasih untuk para pembaca yang setia menunggu kelanjutan kisah ini dan terimakasih untuk semua yang terlibat di dalamnya aku rasa tanpa kalian kisah sehebat ini takkan pernah ada:)