Remah Bulan

Cakrawala, mengapa kau habisi rembulan? Apa salahnya, mengapa kau tega….

Coba kau tengok ia, masihkah senyum merekah terangi legam?

Atau rupanya sakit keras, memilih purna tugas. Begitu parasnya jadi tampak lebih tua dari umurnya. Sudah seberapa lama menjejal malam dengan cahaya. Demi langit, demi kau, Sayang. Demi bumi yang tak kesepian.

Coba kau intip ia, barangkali butuh engkau menggantikannya.




080314~Memungut serpihannya….

Published by

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *