RESOLUSI 2012

2 views



Hujan. Hujan selalu mengembalikan ingatan ke masa-masa yang sudah punah, membuat angin lalu seolah berhembus menampar wajahku. Kamu tau? Itu yang sering meredam derap langkahku, merantai semua mimpi dan angan untuk tetap diteruskan. Terkadang lelah karena setumpuk masalah jadi kerikil yang tajam menusuk jalur lambungku. Membuat semua daftar mimpi ku seperti jadi yang sangat susah di jadikan nyata.

Anthology of Dream :

1. Mempertahankan 3 besar juara sekolah
2. Penulis novel-novel "best seller", jadi pujangga seperti W.S Rendra
3. MUA (Make-up Artist) professional, punya salon yang ternama :p
4. Sekolah psikology----> jadi psikolog anak kayak Kak Seto 🙂

Aku tau, tak semudah membalikkan telapak tangan mewujudkan semua "mimpi". Tapi aku percaya Tuhan, percaya keajaiban-Nya. Aku percaya Tuhan memberikan jalannya. Kamu juga harus percaya, sebanyak apa keterbatasan itu pasti Tuhan membantu, pasti.

Kadang bahkan aku kehabisan cara yang membuat daya ku nyaris hilang, melenyapkan sebagian mimpiku. Banyak pikiran kurang penting yang menyendatkan rasa percaya pada kemampuanku. Apa iya aku mampu? Apa bisa menjadi seperti itu?

Jujur, INTERNET yang perlahan memperkenalkan pada sekitaranku. Setidaknya, pada "dunia maya" tentang caranya jemariku berdansa pada tinta hitam pekat yang lekat dengan keajaiban dari sisa-sisa abjad, tentang tangan kiri ku yang sudah menciptakan ratusan karya.

Sama seperti caraku menyapukan eyeshadow di kelopak mata, otodidak yang juga mendapat referensi dari INTERNET

Hujan sudah reda. Yang tajam meruncing itu suda hancur meluruhkan semua gundah. Aku harus siap, mesti kuat. Melawan alur yang terkadang mengikuti obaligat setan. Membuatku memutar arah, berbalik dan diam di sudut yang gelap. Yang bisa dibilang semacam "putus asa" itu harus segera dihancurkan. 2012 harusnya jadi satu titik di mana langkahku meluncur  dipercepat dua kali lebih banter dari speedy

CLICK NOW!