Titik Terendah Di Bawah Nol ☹

18 views

Ini titik terendah di bawah nol, aku jatuh. lagi untuk kesekian kali. Aku benci begini. airmataku jatuh lagi. meluruhkan segala gundah jadi merangah, aku geram marah. kecewa melintang lurus, lebih lurus dari juara baris berbaris kemarin sore. Aku kangen, merindu waktu lalu. Waktu belum ada cinta yang tersemat dikalbu. Rasanya jauh lebih damai, adem.

Tulangku mulai bengkok, semakin merunduk kaku. Aku benar-benar lemah. Jauh dari yang disebut galau. Yang ini tingkat devinisi sastra. Percabangan yang bergerak bebas tak beraturan. Coba saja bisa aku kendalikan sempurna, sayangnya aku kalah. Aku terlalu lemah, sangat malah.
aku kehilangan daya

Tarik nafas panjang bukan hal mudah saat ini, aku merasa ditepis dari kekacauan. Sakit rasanya, perih yang menindih makin membuatku terkikih. Menjerit saja aku tak kuasa. Aku jatuh, dan tak kuat berdiri lagi. Aku tersungkur, dilempar hujan angin. Dan yang tersisa hanya menunggu jemari seseorang menarik tanganku, menggugah tubuhku dan mengingatkan aku caranya tersenyum.





241011~Satu Hari Setelah PPI ☹